Politeknik Balikpapan Dinegerikan, Mendikbud Minta Budaya Apresiasi Konstruktif Berkembang
Sabtu, 7 Januari 2012 12:48:25 - oleh : aliabrar
Balikpapan - Setelah diresmikan berdiri pada tahun 2002, Politeknik Balikpapan secara resmi dinegerikan oleh Mendikbud Mohammad Nuh, Jumat (6/01/2012). Peresmian yang berlangsung di halaman Politeknik Negeri Balikpapan ini dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Walikota Balikpapan, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ketua DPRD Kota Balikpapan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Susanto, beserta jajaran Muspida Kalimantan Timur lainnya.
Penegerian Politeknik Balikpapan ini merupakan salah satu bentuk usaha nyata pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia berkualitas yang akan menggerakkan ekonomi dan infrastruktur bangsa. Seperti disampaikan oleh Mendikbud saat memberikan sambutan, populasi mahasiswa teknik di Indonesia saat ini hanya 11 persen. Padahal kebutuhannya sangat tinggi.
"Negara yang maju itu butuh minimal 20 persen SDM bidang teknik utk menggerakkan infrastruktur dan perekonomian," tuturnya.
Sampai tahun 2015, Kemdikbud menargetkan lompatan 4 persen dari tahun ini sehingga menjadi 15 persen. Untuk mendukung rencana tersebut, ada tiga cara yang akan dilakukan. Salah satunya adalah dengan menegerikan perguruan tinggi swasta yang memiliki fakultas/jurusan teknik. Cara lainnya adalah dengan menambah kapasitas fakultas/jurusan teknik yang telah ada, dan membuat perguruan tinggi dan politeknik baru.
Mengapa PTS tersebut perlu dinegerikan? Menteri Nuh menuturkan, bahwa dengan penegerian, sustainability dari perguruan tinggi/politeknik tersebut akan semakin terjaga.
Dan untuk Politeknik Negeri Balikpapan, Menteri Nuh meminta agar dalam perkembangannya dimasukkan budaya apresiasi konstruktif. Karena saat ini menurutnya masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang susah memberi apresiasi terhadap sesuatu. Dengan dimasukkannya budaya apresiasi konstruktif, beliau berharap mahasiswa bisa terpacu untuk mengembangakan prestasinya.
Menteri Nuh menyebutkan, bahwa biasanya orang yang berprestasi adalah orang-orang yang berada di lingkungan yang optimis dan diapresiasi.
"Hanya orang yg terjebak dalam pesimisme yang akan tetap tertinggal," katanya.
Menteri Nuh juga meminta agar aktivitas kampus politeknik nantinya tidak hanya terjadi beberapa jam saja setiap harinya. "Di negara maju, kampus itu tidak pernah sepi dari pagi sampai malam. Jadi jangan sampai disini buka pagi, jam 2 sudah leha-leha," katanya mengingatkan.
Dan sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan Politeknik Negeri Balikpapan, telah dianggarkan untuk tahun 2012 sebanyak 33 M. Dana tersebut dianggarkan untuk menambah dan mengembangkan fasilitas dan infrastruktur.
"Kalau sebelumnya politeknik hanya menerima 400-500 mahasiswa, ke depan akan lebih banyak lagi, begitu juga penguatan SDM nya," ujar mantan Rektor ITS tersebut. (Aline)